Strategi Penyajian Portofolio Desain

Angela Oscario, Athaya Zahra

Abstract


Abstract
Strategy to Design a Graphic Design Portfolio. Portfolio is very important for a graphic designer to pursue her/his career. Years ago, in Indonesia, there weren’t so many graphic designers, but now there’re so many Visual Communication Design graduates who want to be graphic designers/art directors, especially at creative department in advertising agencies. That’s why the competition is getting tough and tougher. Due to the challenging
competition, it’s very important for graphic designers to be able to design a portfolio that can meet the needs of creative department in advertising agencies. Unfortunately, there are a lot of young or fresh graduated graphic designers who don’t really understand how to design portofolios that can compete among tens, or even hundreds of other applicants. This condition was worsened because in Indonesia there isn’t a literature
that discussed the process of designing a graphic design portofolio. The method is to perform a discussion forum of students who have obligation to find practice company in a short time and have difficulties to create portofolio. The research continue with 3 portofolio studycase as material to data and analysis. Case studies and interview data were analyzed by The Elements of Art theory by Robert J. Belton to produce a guide for
designing portofolio that meet the needs of creative department in advertising agency.
 
Abstrak
Strategi Penyajian Portofolio Desain. Portofolio adalah modal terpenting bagi desainer grafis untuk meniti karir. Berbeda dengan jaman dahulu, di mana di Indonesia profesi desainer grafis kurang diminati, sekarang terjadi lonjakan lulusan desain komunikasi visual. Oleh karena itu persaingan menjadi sangat ketat untuk mendapatkan pekerjaan di bidang desain grafis, terutama di departemen kreatif perusahaan iklan yang
merupakan salah satu industri yang banyak diminati. Karena persaingan ketat tersebut, sangat penting bagi desainer grafis untuk merancang portofolio yang tepat sesuai kebutuhan departemen kreatif perusahaan iklan. Sayangnya banyak desainer grafis terutama desainer grafis yang baru lulus bingung bagaimana merancang portofolio yang mampu bersaing di antara puluhan, bahkan ratusan pelamar lainnya. Di Indonesia
sendiri jarang terdapat literatur yang membahas proses desain portofolio desain grafis. Metode dilakukan dengan mengadakan forum diskusi bersama mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kewajiban untuk mencari tempat magang dalam jangka waktu dekat dan mengalami kesulitan dalam menyusun portofolio. Kemudian penelitian dilanjutkan
menggunakan 3 studi kasus portofolio sebagai bahan untuk ungkap data dan analisa data studi kasus dan data yang diungkap melalui wawancara dengan praktisi dan dianalisis
berdasarkan teori The Elements of Art oleh Robert J. Belton untuk menghasilkan
panduan strategi penyajian portofolio desain.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 407| PDF views : 0


DOI: http://dx.doi.org/10.25105/jdd.v3i1.2850

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

p-ISSN : 2502-7425

e-ISSN : 2549-7766