ANALISA KARAKTERISTIK SURFAKTAN PADA SPONTANEOUS IMBIBITION DI LAPANGAN “A”, SUMATERA SELATAN

Ratu Atikah Balqis, Rini Setiati, Maman Djumantara, Hestuti Eni

Abstract


Lapangan "A" di Sumatera Selatan adalah salah satu lapangan tua di Indonesia dan pelaksanaan Enhanced Oil Recovery (EOR) menjadi fokus utama. Setelah melewati proses screening metode EOR, injeksi kimia merupakan metode terbaik yang dapat diimplementasikan dan makalah ini menunjukkan analisis karakteristik surfaktan pada konsentrasi yang paling efisien. Secara dasar, proses surfaktan dapat menguras minyak yang terperangkap secara drastis dengan mengurangi tegangan antar muka dan meningkatkan efisiensi pendorongan. Di laboratorium, surfaktan yang diteliti menggunakan tiga konsentrasi; 0,3%, 0,5% dan 1%. Setiap konsentrasi surfaktan akan diuji untuk mendapatkan konsentrasi paling efisien dalam menurunkan nilai tegangan antar muka. Kemudian konsentrasi paling efisien dari larutan surfaktan yang terlarut dalam air formasi sintetik lapangan ”A” akan dilanjutkan ke proses spontaneous  imbibition pada oven dengan suhu reservoir (60oC) untuk menunjukkan kinerja surfaktan dalam kondisi termal dan untuk memberikan efisiensi perolehan minyak. Faktor-faktor utama yang mengarah pada peningkatan kinerja adalah emulsifikasi antara surfaktan-minyak untuk memfasilitasi produksi dan mengurangi tegangan antar muka yang stabil, diraih oleh surfaktan berkonsentrasi 0,3%. Makalah ini memberikan studi kelayakan injeksi bahan kimia yang terjangkau di salah satu lapangan di Indonesia dan penjelasan sederhana bagi orang awan dalam meningkatkan produktivitas di industri Minyak dan Gas di Indonesia.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 172| PDF views : 0

References


Babadagli, T. (1996). Temperature effect on heavy-oil recovery by imbibition in fractured reservoirs. Journal of Petroleum Science and Engineering.

Babadagli, T. (2002). Dynamics of capillary imbibition when surfactant, polymer, and hot water are used as aqueous phase for oil recovery. Journal of Colloid and Interface Science, 246(1), 203–213.

Babadagli, T. (2005). Analysis of Oil Recovery by Spontaneous Imbibition of Surfactant Solution. Oil & Gas Science and Technology – Rev. IFP, 60(4), 697–710.

Behrens, E. (2013). Investigation of loss surfactants during enhance oil recovery applications-adsorption of surfactants onto clay materials. Norway: Norwegian University of Science and Technology.

BPMIGAS. (2009). Spesifikasi Teknis Surfaktan untuk Aplikasi EOR. Jakarta: BPMIGAS.

Eni, H., Suwartiningsih, & Sugihardjo. (2007). Studi Penentuan Rancangan Fluida Injeksi Kimia. Proceedings Simposium Nasional Iatmi, 10.

Hatiboglu, C. U., & Babadagli, T. (2007). Oil recovery by counter-current spontaneous imbibition: Effects of matrix shape factor, gravity, IFT, oil viscosity, wettability, and rock type. Journal of Petroleum Science and Engineering.

Hatiboglu, C. U., & Babadagli, T. (2010). Experimental and visual analysis of co- and counter-current spontaneous imbibition for different viscosity ratios, interfacial tensions, and wettabilities. Journal of Petroleum Science and Engineering, 70(3–4), 214–228.

Standnes, D. (2001). Enhanced Oil Recovery from Oil-Wet Carbonate Rock by Spontaneous Imbibition of Aqueous Surfactant Solutions., 1(1285), 90.

Taber, J. J., Martin, F. D., & Seright, R. S. (1997). EOR Screening Criteria Revisited—Part 2: Applications and Impact of Oil Prices. Spe 39234, 12(3), 199–205.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/semnas.v0i0.3505

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Seminar Nasonal Cendekiawan, Lembaga Penelitian, Universitas Trisakti University @2017. All right reserved.