KOMPARASI EFEKTIVITAS UNGUENTUM KORAL KELIMUTU,KENCANA WUNGU DAN JAHE MERAH SEBAGAI TERAUPETIKA SCABIES PADA KAMBING PE

Muhammad Farid Rizal, Miranti Candrarisna, Raden Roro Nurul Ramadhanti

Abstract


Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui komparasi efektivitas antara
unguentum coral kelimutu, infusum kencana wungu dan ekstrak jahe merah sebagai
teraupetika scabiosis pada kambing peranakan etawa. Jenis penelitian kualitatif
eksperimental dengan rancangan acak lengkap.Metode penelitian: Pembuatan bahan dari
koral kelimutu dan jahe merah dengan maserasi. Kencana wungu dibuat dengan metode
infusum. Koral kelimutu, jahe merah, dan infusum kencana wungu ditimbang masing
masing sebanyak 50mg kemudian ditambahkan 50mg vaselin untuk membuat sedian
unguentum. Kambing PE sebanyak 4 ekor pada bagian yang ditemukan investasi
Sarcoptes scabiei dibagian leher dan tengkuk. kambing yang tidak diberikan pengobatan
(P0) diberi pengobatan unguentum koral kelimutu (P1), unguentum Jahe merah (P2) dan
unguentum infusum kencana wungu (P3) yang masing masing diberikan 2kali sehari
dalam 15 hari pemberian. Parameter yangdiamati adalah tingkat kesembuhan, inflamasi,
penutupan luka/pertumbuhan bulu dan kematian parasit. Hasil penelitian menunjukan : P1
menunjukan hasil yang berbeda nyata memiliki tingkat kesembuhan inflamasi,
pertumbuhan bulu dan kematian parasit dibanding P0, P2 dan P3. Kesimpulan :
unguentum ektrak koral kelimutu sangat efektif digunakan sebagai terapi scabiosis pada
hewan.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 440| PDF views : 0

References


Chotani DL, Patel MB, Mishra SH, Vaghasiya HU. Review on Ruellia Tuberosa L.

(Cracker plant). Pharmacognosy Journal 2010; 2(12): 506-512.

Chwan-Fwu L, Yu-ling H, Lee-Ying C, Shuenn-Jyi S, Chien-Chih C. Bioactive Flavonoids

From Ruellia Tuberosa. Journal Chinese Medicine 2006; 17(3): 103-109

Harper, B., Gervais, J.,A., Buhl, K., and Stone, D. (2012). Boric Acid Technical Fact

Sheet. National Pesticide Information Center. Pesticide Information Center. Oregon State

University Extension Services.

Hidayati Fitria, Agusmawanti Prima, Firdausy DianMuhammad. (2015). Pengaruh Pemberian

Ekstrak Jahe Merah ( Zingiber Officinale Rubrum) Terhadap Jumlah Sel Makrofag Ulkus

Traumatikus Mukosa Mulut Akibat Bahan Kimiawi Penelitian In Vivo Pada Rattus

Norvegicus. ODONTO Dental Journal. Vol 2 No 1. Desesmber 2015.

Manikandan A, Victor Arokia Doss D. Evaluation of Biochemical contents, nutritional

value, trace elements, SDSPAGE and HPTLC profiling in the leaves of Ruellia tuberosa L.

And Dipteracanthus patulus (Jacq.) J.Chem. Pharm. Res., 2010, 2(3): 295-303.

Morison, Moya J. Manajemen Luka.Tyasmoro AF(Penerjemah). Jakarta:ECG.2004.

Nursal dkk, Bioaktifitas ekstrak jahe (Zingiber Officinale Rubrum) dalam menghambat

pertumbuhan koloni bakteri Eserechia coli dan Bacillus Subtilis :FKIP universitas

Riau.2006.

Rahayu Asih, Candrarisna Miranti. (2015). Perbandingan Aktivitas Linimentum Ekstrak

Koral Kelimutu dan Linimentum Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucochepala)

Terhadap Penyembuhan Scabies Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jurnal Sains

Veteriner 33 (2).

Rajendrakumar N, Vasantha K, Murugan M, Mohan VR. Antioxidant Activity of Tuber of

Ruellia Tuberosa L. (Acanthacaea).International Journal of Pharmacognosy and

Phytochemical Research 2014; 6(1): 97-103.

Alam MA, Subhan N, Awal MA, et al. Antinociceptive and Anti inflamatory properties of

Ruellia Tuberosa. Pharmaceutical Biology,2009;47(3): 209-214.

Satyana, A. (2008). Tinjauan Geologi Da nau Tiga Warna Kelimutu. Februari 2015.

Schawarts et al. Principle of Surgery. 7th Edition, USA: Mc Graw-Hill Helth Professions

Divisions. 1999, p 233-288




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/semnas.v0i0.2520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Seminar Nasonal Cendekiawan, Lembaga Penelitian, Universitas Trisakti University @2017. All right reserved.