ANALISA KEEKONOMIAN PENGEMBANGAN SHALE HIDROKARBON DI INDONESIA

Muhammad Aulia Rizki Agsa, Trijana Kartoatmodjo, Siti Nuraeni E Sibuea

Abstract


AbstrakI
ndustri Migas di seluruh dunia memiliki peranan yang penting dalam
perekonomian negara tidak terkecuali di Indonesia. Dikarenakan pada tahun 2014 harga
minyak dan gas bumi di pasaran dunia menurun signifikan. Karena jumlah produksi dari
minyak dan gas bumi yang berlebihan. Sampai tahun 2010, teknologi shale oil telah
berhasil menurunkan biaya produksi menjadi dibawah 40 US$ per barrel. Mulailah
Amerika memproduksi shale oil dan shale gas secara besar-besaran. Untuk Itulah,
peneliti melakukan studi analisis mengenai metode untuk mempercepat pengembangan
shale hidrokarbon di Indonesia. Strategi yang agresif perlu dilakukan karena besarnya
kekuatan dan peluang di bidang shale hidrokarbon yang harus dimanfaatkan. Sistem bagi
hasil di Indonesia perlu diubah menggunakan Gross PSC with Sliding Scale, hal tersebut
dapat memberikan keekonomian yang menarik kepada kontraktor. Kontraktor bisa
mendapatkan IRR yang cukup tinggi. Selain itu mempermudah perizinan menjadi “1 pintu
1 izin”, dan statement formal dari pemerintah untuk membuat harga dari minyak dari shale
oil dan harga gas dari shale gas yang memerlukan harga khusus untuk membuat
kontraktor tertarik sehingga nantinya dapat memberikan keuntungan yang lebih besar
kepada Indonesia.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 239| PDF views : 0

References


Balitbang ESDM, “Policy Paper Percepatan Pengembangan Industri Gas Metana

Batubara (GMB) di Indonesia”, PPPTMGB LEMIGAS, Jakarta, 2015.

Kementrian ESDM, “Potensi Shale Hidrokarbon”, http:// psg.bgl. esdm. go

.id/survei/sumber-daya-minyak-dan-gas-bumi diakses pada 08 Maret 2017.

Kumalasari, Silvia, “Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract Dalam Pengelolaan

Migas di Indonesia Sebagai Salah Satu Jenis Perjanjian Innominaat”, Universitas Negeri

Semarang, Semarang, 2013.

Lubiantara, Benny, “Dinamika Industri Migas Catatan Analis OPEC”. PETROMINDO.

Jakarta. 2012.

Menko Perekonomian, “Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi

Indonesia”, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 2011.

Pusdatin ESDM, “Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2012”, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, 2012.

Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38

Tahun 2015 tanggal 27 Oktober 2015 tentang Percepatan Pengusahaan Minyak dan Gas

Bumi Non Konvensional” Berita Negara RI Tahun 2015 Nomor 1643, Sekretariat Negara,

Jakarta, 2015.

Saputra, Aulia Nugraha. ”Kajian Kontrak Migas Non Cost Recovery”. Program Studi

Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi

Bandung. Bandung. 2008.

Umaruddin, Jalal, “Perbandingan Model Kontrak Modifikasi PSC dan Gross PSC dalam

Pengusahaan Gas Methana Batubara di Indonesia”, ITB, Bandung, 2010.

US Department of Energy, “Natural Gas from Shale: Question and Answer”,Desember

, http://energy.gov/sites/prod/files/2013/04/f0/compl ete_br ochure.pdf hlm 2

World Bank, “Fiscal Systems for Hydrocarbons




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/semnas.v0i0.2105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Seminar Nasonal Cendekiawan, Lembaga Penelitian, Universitas Trisakti University @2017. All right reserved.