UJI EKSTRAK BUBUK BATANG TALAS (Colocasia esculenta) SEBAGAI BAHAN PENGAWET BAKSO

Hanifah Fuadi, Syahril Makosim, Abu Amar

Abstract


Bakso seringkali diberi tambahan boraks sebagai bahan pengawet. Tanaman
talas (Colocasia esculenta) adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh di
Indonesia, mengandung asam-asam organik yang berpotensi sebagai bahan
pengawet. Batang talas dibuat bubuk, kemudian diekstrak dan ekstraknya
digunakan sebagai pengganti air pada adonan bakso. Bakso diberikan tiga
perlakuan, yaitu; BA (bakso+akuades), BP (bakso+paraben), dan BE
(bakso+ekstrak bubuk batang talas). Pengujian dilakukan dengan menghitung
jumlah mikroba yang terkandung dalam bakso segar (setelah direbus
didiamkan pada wadah tertutup steril selama tiga jam pada suhu ruang), dan
bakso kadaluwarsa (setelah direbus didiamkan pada suhu ruang di wadah
tertutup steril selama 24-48 jam) menggunakan metode Total Plate Count
(TPC). Untuk mengetahui kondisi fisik bakso pada ketiga perlakuan
dilakukan pengamatan visual, dan dilakukan uji coba ekstrak bubuk batang
talas pada bakso sehat F1 Harkit. Hasil uji TPC bakso segar dan bakso
kadaluwarsa, menunjukkan bahwa mikroba yang terkandung dalam BE lebih
sedikit daripada BP dan BA. Hasil pengamatan visual juga menunjukkan
bahwa BE mengalami kerusakan lebih lambat daripada BP dan BA. Hasil uji
coba pada bakso sehat F1 Harkit menunjukkan bahwa ekstrak bubuk batang
talas dapat memperpanjang umur simpan bakso dari yang awalnya hanya
delapan jam menjadi 16 jam, juga dapat berfungsi sebagai penstabil adonan
bakso.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 354| PDF views : 0

References


Azmir, J., Zaidul I. S. M., Rahman M. M., Sharif K. M., Mohamed A., Sahena F., Jahurul M.

H. A., Ghafoor K., Norulaini N. A. N., Omar A. K. M. 2013. Techniques for extraction of

bioactive compounds from plant materials: A review. Journal of Food Engineering 117 (2013)

–436.

[BPOM]. Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia. Vol. 17 No. 6

November-Desember 2016. ISSN 1829-9334. 2016.

Kaushal, M., K. D. Sharma, S. Attri. Effect of blanching on nutritional quality of

dehydrated colocasia, Colocasia esculenta (L.) Schott leaves. Indian Journal Natural

Products and Resources; 4(2), June 2013, pp. 161-164. 2013.

Kholifah. Uji Aktifitas Ekstrak Etanol dan Ekstrak Air Buah Pare (Momordica charantia L)

terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Edwardsiella tarda penyebab penyakit

Edwardsiellosis pada Ikan [Skripsi]. Program Sarjana, Universitas Islam Negeri Maulana

Malik Ibrahim ; hal.18-19. 2014.

Lim, T. K. Edible Medical and Non Medical Plants. Volume 9, Modified Stems, Roots, Bulbs.

Springer, hal 461. 2014.

Mayasari, N. Pengaruh Penambahan Larutan Asam Dan Garam Sebagai Upaya Reduksi

Oksalat Pada Tepung Talas (Colocasia esculenta L. Schott) [Skripsi]. Program Sarjana,

Institut Pertanian Bogor; hal. 36. 2010.

Nakade, D. B., M. S. Kadam, K. N. Patil, V. S. Mane. Phytochemical screening and

Antibacterial Activity of Western Region wild leaf Colocasia esculenta. International Research

Journal of Biological Sciences Vol. 2(10), 18-21, October (2013). 2013.

Ogukwe, C.E., P.C. Amaechi, C.K. Enenebeaku, 2017. Studies on the Flowers and Stems of

Two Cocoyam Varieties: Xanthosoma sagittifolium and Colocasia esculenta. Nat Prod Chem

Res 2017, 5:3 DOI: 10.4172/2329-6836.1000263.

[SNI]. Standar Nasional Indonesia, 2897:2008. Metode pengujian cemaran mikroba dalam

daging, telur dan susu, serta hasil olahannya. 2008.

Wei, L. S., W. Wee, J. Y. F. Siong, D. F. Syamsumir, 2011. Antimicrobial, antioxidant,

anticancer property and chemical composition of different parts (corm, stem and leave) of

Colocasia esculenta extract. Annales Universitatis Mariae Curie – Sklodowska Lublin –

Polonia Vol. XXIV, N 3,1 Sectio DDD 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.