PENGARUH GEOMETRI LERENG TERHADAP PEROLEHAN BATUBARA TERTAMBANG DI PT ARUTMIN INDONESIA SITE KINTAP KALIMANTAN SELATAN

Masagus Ahmad Azizi, Chairul Nas, Dwi Oktavia

Abstract


PT Arutmin Indonesia,site Kintap di Kalimantan Selatan berencana
melakukan program konservasi energi dengan cara memaksimalkan
penambangan batubara di Pit 10 PAMA berupa merubah desain lereng akhir
penambangan menjadi lereng remnant coal (pengambilan cadangan batubara
diluar desain pit awal). Metode yang digunakan dalam penelitian ini
mencakup: metode chi-square untuk uji baik suai (fitting test) data parameter
sifat fisik dan mekanik batuan, metode Kesetimbangan Batas “Morgenstern
Price” dengan metode probabilistik dalam melakukan analisis kestabilan
lereng, serta metode penampang untuk melakukan perhitungan cadangan.
Hasil uji baik suai terhadap parameter sifat fisik (bobot isi) dan mekanik
batuan (kohesi dan sudut gesek dalam) menunjukkan jenis distribusi yang
paling sesuai untuk masing-masing parameter kohesi, sudut gesek dalam, dan
bobot isi adalah log normal, normal dan normal.Nilai rata-rata kohesi
berkisar 120-200 kPa, sudut gesek dalam berkisar 250-430 dan bobot isi
berkisar 14-23 kN/m3.Claystone merupakan jenis batuan yang paling
dominan pada lereng dan memiliki nilai kohesi nilai paling rendah. Hasil
analisis kestabilan lereng pada 9 section desain lereng remnant coal
menunjukan semua dalam kondisi stabil, kecuali section G-G’ yang tidak
stabil sehingga perlu dilakukan redesign. Hasil perhitungan penambahan
jumlah batubara didapatkan nilai Stripping Ratio 3.1, dengan total
overburden 1.190.159,1 bcm dan batubara 385.619.6 ton.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Azizi, M.A. et.al.. 2013. Characterization of Physical & Mechanical Properties Distribution

of Indonesian Coal, ISRM International Symposium, EUROCK 2013, Wroclaw, Polandia

Hoek, E & Bray, J. W. 1981.“Rock Slope Engineering”.The Institution of Mining and

Metallurgy, 3rd edition, London, 402hal.

Hoek, E..1987. Faktor of Safety and Probability of Failure, Chapter 8 - Rock Engineering.

King, H. 1982. A Guide to the Understanding of Ore Reserve Estimation. Australasian Institute

of Mining and Metallurgy, Australia, 21hal

Krahn. J. 2004. Stability Modeling with SLOPE/W, Geo-Slope/W International Ltd, Canada.

MasagusAhmad Azizi dkk. 2011. Karakterisasi Parameter Masukan Untuk Analisis

Kestabilan Lereng Tunggal (Studi KasusDi PT.Tambang Batubara Bukit AsamTbk.

Tanjung Enim, Sumatera Selatan), Seminar Nasional Added Value of Energy Resources

Ke-3 (AvoER3), Fak.Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang

MasagusAhmad Azizi dkk. 2011. Karakterisasi Variabel Acak Interburden MN Untuk

Disain Lereng Tunggal Menggunakan Metode Kolmogorov-Smirnov (Studi Kasus PT.

Kaltim Prima Coal, Sangatta, Kaltim), Seminar Nasional KebumianFak.TeknikUPN

Veteran Yogyakarta, Yogyakarta.

Masagus Ahmad Azizi dkk. 2012. “Analisis Resiko Kestabilan Lereng Tambang Terbuka”,

Prosiding Simposium dan Seminar Geomekanika Ke-1 Tahun 2012, Jakarta.

Masagus Ahmad Azizi. 2014. “PengembanganMetode Penentuan Reliabilitas Kestabilan

Lereng Tambang Terbuka Batubara Di Indonesia”. Disertasi Doktor pada Institut

Teknologi Bandung.

Masagus Ahmad Azizi dkk. 2016. Acceptable Criteria of Single Slope Stability Indicator In

Coal Mining, The 10th International Conference On Geotechnical And Transportation

Engineering (GEOTROPIKA2016), Kuala Lumpur, Malaysia

M. Das Braja. 1995. Mekanika Tanah (prinsip-prinsiprekayasageoteknis). Erlangga,

Jakarta.

Wesseloo, J., and Read, J., 2009, Acepptanca Criteria, Guidelines for Open PitSlope

Design, Csiro.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.