Analisis Risiko Paparan Kebisingan dan Gas Hidrogen Sulfida (H2S) Terhadap Pekerja pada Proses Produksi di Job Pertamina-Talisman (Ogan Komering), Sumatera Selatan, Indonesia (Exposure Risk Analysis of Noise and Hydrogen Sulfide (H2S) Gas to Workers in Production Process at Job Pertamina-Talisman (Ogan Komering), South Sumatera)

Satria Ramadhan, Endro Suswantoro, Margaretha Maria Sintorini

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis faktor risiko pada proses produksi yang mencakup paparan dari kebisingan dan kadar gas H2S. Analisis risiko paparan kebisingan dan gas H2S terhadap pekerja dilakukan pada proses produksi JOB Pertamina-Talisman (Ogan Komering), Sumatera Selatan, Indonesia. Identifikasi bahaya dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara dan observasi pada area kerja proses produksi JOB Pertamina-Talisman (Ogan Komering) sedangkan analisis risiko faktor lingkungan dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner dan
selanjutnya dianalisis dengan jumlah responden sebanyak 80 responden yang tersebar pada area proses produksi dan sekitar area proses produksi. Hasil identifikasi resiko pekerjaan diantaranya sumber bising berasal dari kompresor, pompa-pompa, penggunaan alat berat, dan perawatan pada kompartemen alat
pendukung pada proses produksi. Bahaya gas H2S berasal dari minyak bumi dan gas ikutan yang mengandung H2S. Sumber gas H2S berada di area separator, FWKO, dan H2S removal. Dari paparan
kebisingan terdapat kebisingan yang paling tinggi dan melewati nilai ambang batas yang ditentukan oleh Peraturan Menteri No. 13 Tahun 2011 sedangkan temuan kadar H2S masih berada di bawah nilai ambang
batas yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 13 tahun 2011. Nilai paparan kebisingan terhadap risiko gangguan sakit kepala sebesar 1,32 kali lebih besar dan gangguan pendengaran sebesar 1,37 kali lebih besar dibandingkan dengan area pekerja yang tidak terpapar bising (office room) sedangkan risiko penyakit darah tinggi dan cepat lelah tidak disebabkan oleh faktor kebisingan. Nilai paparan kadar H2S tidak berpengaruh terhadap penyakit yang ada
Kata Kunci: kebisingan, H2S, analisis risiko, migas, faktor resiko


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 403| PDF views : 0

References


Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas.

Soemirat. Juli 2004. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Suma’mur. 1998. Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: CV. Haji Masagung

Suma’mur, PK. 2014. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Sagung Seto




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psnkb.v1i1.2888

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name"'`--" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1"'`--
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1)
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name)" (2019-01-04)
  • 1"'`--
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name)" (2019-01-04)
  • 1)
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name"'`--" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • 1
    "arachni_name" (2019-01-04)
  • agen domino terpercaya
    by poker online ferguso bedjo pindo (2019-03-21)
  • poker online terbaru
    by poker online ferguso bedjo pindo (2019-03-21)
View all comments
 |  Add comment

 

Visitors