Efektivitas Pendidikan Kesehatan Gigi Dengan Bermain Teka-Teki Silang

Angela Irena Kokanda, Asyurati Asia

Abstract


Latar Belakang: Usia anak sekolah dasar 6 sampai 12 tahun merupakan golongan usia yang rawan terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi memiliki peran penting dalam mengedukasi anak untuk mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi (PKG) di sekolah sebaiknya dilakukan secara menarik agar dapat meningkatkan minat anak dalam kebiasaan belajar. Salah satu metode yang efektif yaitu dengan bermain teka-teki silang. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan gigi dengan metode bermain teka-teki silang dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas V SD Sutomo 1 Medan tentang kesehatan gigi dan mulut. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental pre dan post-test group design dengan menggunakan kuesioner berisikan 20 pertanyaan dan total responden yang terlibat sebanyak 96 anak. Pengetahuan anak diukur terlebih dahulu dengan menggunakan kuesioner, lalu diberikan perlakuan berupa PKG dengan bermain teka-teki silang. Pengetahuan anak akan dinilai kembali 1 minggu dan 1 bulan kemudian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan secara signifikan yang diperoleh dari data nilai rata-rata sebelum (12,03) dibandingkan dengan 1 minggu (15,94) dan 1 bulan (14,39) setelah diberikan PKG dengan bermain teka-teki silang. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank didapatkan nilai p=0,000. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikkan bahwa adanya efektivitas pendidikan kesehatan gigi dengan bermain teka-teki silang pada siswa kelas V SD.


Keywords


anak kelas V SD, bermain teka-teki silang, pendidikan kesehatan gigi (PKG), pengetahuan kesehatan gigi

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 34| PDF views : 0

References


Dian P, Ulfiana E, Sari E. Pengaruh pendidikan kesehatan gosok gigi dengan metode permainan simulasi ular tangga terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan aplikasi tindakan gosok gigi anak usia sekolah di SD wilayah Paron Ngawi. Indones J Community Heal Nurs. 2012;1(1).

Kartikasari HY, Nuryanto. Hubungan kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan kariogenik dan status gizi pada anak Sekolah Dasar. J Nutr Coll. 2014;3(3):414-421.

RISKESDAS. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013.

Nurlaila, Tulloh RR, Iswati N. Quartet card game improves knowledge, behavior and attitude of children about dental care and oral health. J Keperawatan Soedirman. 2018;13(1).

Malik A, Sabharwal S, Kumar A, Singh Samant P, Singh A, Kumar Pandey V. Implementation of game-based oral health education vs conventional oral health education on children’s oral health-related knowledge and oral hygiene status. Int J Clin Pediatr Dent. 2017;10(3):257–60.

Saran R, Kumar S. Use of crossword puzzle as a teaching aid to facilitate active learning in dental materials. Indian J Appl Res. 2015;5(4):456–7.

Prasandi, A. 67,2 persen masyarakat Sumut memiliki masalah karies gigi [Internet]. Tribun Medan. 2013. [cited 8 Juni 2019]. Available from: https://medan.tribunnews.com/2013/11/11/672-persen-masyarakat-sumut-memiliki-masalah-karies-gigi

Barus D. Hubungan kebiasaan makan dan pemeliharaan kesehatan gigi dengan karies gigi pada anak SD 060935 Jalan Pintu Air II Simpang Gudang Kota Medan. [Skripsi]. Medan : Universitas Sumatera Utara. 2008.

Ramadhan EF. Efektifitas metode ceramah dan bermain dalam penyuluhan kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan siswa/I SDN 064026 Ladang Bambu Medan Tuntungan. J Ilm PANNMED. 2014.

Maheswari UN, Asokan S, Asokan S, Kumaran ST. Effects of conventional vs game-based oral health education on children’s oral health-related knowledge and oral hygiene status - a prospective study. Oral Heal Prev Dent. 2014;12(4).

Wasgito MA, Setiadarma W. Pengembangan media permainan edukatif teka-teki silang (TTS) dalam proses pembelajaran siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kalianget. J Pendidik Seni Rupa.2014;(2):36–43.

Ernata Y. Analisis motivasi belajar peserta didik melalui pemberian reward dan punishment di SDN Ngaringan 05 Kec.Gandusari Kab. Blitar. J Pemikir Pengemb Sekol Dasar. 2017;(5).

Agarwal A, Rao SAM. Creative pathology teaching with word puzzles until students learn: a study in a medical university. Asian J Pharm. 2017;2(3).

Rachmawati IP, Murni AW. Penggunaan media teka teki silang untuk semesta peserta didik kelas V SDN Kalipecabean. J Indones Educ. 2019;2(1).

Halimah, Herlina R, Ayatullah MI. Efektifitas penyuluhan antara metode ceramah dengan pengisian teka teki silang terhadap pengetahuan dan tingkat kebersihan gigi dan mulut murid MTS Ar-Raudhatul Islamiyah , Mempawah. J Oral Heal Care. 2019;7(1):9–15.

Kumar Y, Asokan S, John B, Gopalan T. Effect of conventional and game-based teaching on oral health status of children: a randomized controlled trial. Int J Clin Pediatr Dent. 2015;8(2):123–126.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.