Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kebutuhan Perawatan Ortodonti Interseptif (Kajian pada Anak Usia 8 - 11 Tahun di SDN 01 Krukut Jakarta Barat)

Shilla Kamal, Yohana Yusra

Abstract


Latar Belakang : Maloklusi yang mulai berkembang dapat segera dilakukan perawatan dini untuk mencegah bertambah parah pada periode gigi tetap. Jenis perawatan yang dapat dilakukan yaitu perawatan ortodonti interseptif. Perawatan ortodonti interseptif adalah perawatan yang dilakukan pada masa pertumbuhan ketika muncul tanda-tanda maloklusi pada periode gigi campur. Penilaian kebutuhan perawatan ortodonti interseptif dapat menggunakan Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodonti Interseptif (IKPO-I). Penilaian indeks ini diberikan secara kuantitatif dengan memberikan skor spesifik pada tiap gambaran maloklusi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan kebutuhan perawatan ortodonti interseptif pada anak usia 8-11 tahun di SDN 01 Krukut Jakarta Barat. Metode: Pemeriksaan intra oral pada anak dengan kaca mulut yang dilakukan oleh dokter gigi dan pencatatan dengan menggunakan formulir pemeriksaan IKPO-I yang setiap indikator diberikan skor berdasarkan kondisi intra oral subjek. Jenis penelitian yang dilakukan berupa penelitian observasional analitik dengan rancangan potong silang. Hasil: Subjek penelitian sebanyak 90 murid SDN 01 Krukut Jakarta Barat. Hasil pemeriksaan menggunakan IKPO-I diperoleh hasil tingkat pendidikan orang tua sebagian besar berada pada tingkat pendidikan menengah sebanyak 73 (81,1%). 43 (47,8%) membutuhkan perawatan ortodonti interseptif, 9 (10,0%) tidak membutuhkan perawatan ortodonti dan 21 (23,3%) membutuhkan perawatan korektif. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan kebutuhan perawatan ortodonti interseptif (p = 0,448).


Keywords


Kebutuhan perawatan ortodonti interseptif, IKPO-I, Tingkat Pendidikan Orang Tua

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 40| PDF views : 0

References


Simbolon BH. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu dalam Perawatan Maloklusi Anak Usia 10-14 Tahun di Bandar Lampung.2012;8(1):45–51.

Nabila RC, Primarti RS, Ahmad I. Hubungan pengetahuan orang tua dengan kondisi maloklusi pada anak yang memiliki kebiasaan buruk oral.J Syiah Kuala Dent.2017;2(1):12-18

Hassan R, Rahimah AK. Occlusion, Malocclusion and Method of Measurements - an Overview. Arch Orofac Sci. 2007;2(1):3–9.

Premkumar S. textbook of craniofacial growth. Jp Medical Ltd. 2011.

Taubadel NVC. Global Human Mandibular Variation Reflects Differences in Agricultural and Hunter-Gatherer Subsistence Strategies. Proc Natl Acad Sci. 2011;108(49):19546–19951.

Omer MI. Prevalence of Oral Habits and its Effect in Primary Dentition among Sudanese Preschool Children in Khartoum City. Indian J Dent Educ. 2016;8(2):57–62.

Wijayanti P, Krisnawati, Ismah N. Gambaran maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodonti pada anak usia 9-11 tahun. J Pdgi. 2014;63(1):25–29.

Widiarsanti S, Sutantyo D, Pudyani PS. Perawatan Ortodontik Interseptif dengan Alat Aktivator pada Periode Percepatan Pertumbuhan.MKGK Clinic Dental J.2016;1(1):27-32.

Widiarsanti S, Sutantyo D, Pudyani PS. Perawatan Ortodontik Interseptif dengan Alat Aktivator pada Periode Percepatan Pertumbuhan.MKGK Clinic Dental J.2016;1(1):27-32.

Yusra Y. Indeks Kebutuhan Perawatan Orodonti Interseptif (Kajian pada anak umur 8-11 tahun).Disertasi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. 2013.

Walianto A. Kebutuhan Perawatan Ortodonti Intersptif Pada Anak Dalam Masa Geligi Pergantian di SDK Santo yoseph 1 Denpasar(Kajian pada anak usia 8-11 tahun). Fakultas Kedokteran gigi Universitas Mahasaraswati. 2017.

Kortiko K. Hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti interseptif pada anak usia 8-11 tahun. Banjarmasin.

Perwira HN. Frekuensi Kebutuhan Perawatan Ortodonti Berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need di SMP Negeri 1 Salatiga. 2015;1(1):1–11.

Hedayati Z, Fattahi HR. The use of index of orthodontic treatment need in an iranian population. J indian soc periodontol prev Dent. 2011;25:10–14.

Mandall NA, Mcord JF, Blinkhorn AS, Worthongton HV, O'Brein KD. Perceived aesthetic impact of malocclusion and oral self-perception in 14-15 year old Asian and Caucasian children in greater Manchester. Eur J Orthod. 2000;22:175–183.

Al-Sehaibay F. Assesment of Incisor Crowding in Mixed Dentitions among Brazilian children Attending College of Dentistry Clinics at King Saudi University. Pakistan Oral Dent J. 2011;31(1):122–127.

Basha S, Swamy H. Dental caries experience, tooth surface distribution and associated factors in 6 and 13 year old school children from Davangere, India. Journal of Clinical and Experimental Dentistry. 2012:210-216.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.