ANALISIS PEMBAGIAN WARIS DARI HARTA BAWAAN MENURUT KUHPER & UUP 1974

Main Article Content

Mellisa Valencia
Khairani Bakri

Abstract

Salah satu akibat perkawinan adanya harta perkawinan. Harta perkawinan terdiri dari harta bawaan, harta bersama, dan harta dari masing-masing pihak yang diperoleh sepanjang perkawinan. Dengan terjadinya kematian, harta perkawinan menjadi harta waris yang diberikan kepada ahli waris. Pokok permasalahannya adalah : 1) Bagaimana pembagian harta bawaan dalam pembagian waris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan? 2) Apakah Putusan Nomor 79/Pdt.G/2020/PN.Rap sudah sesuai menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan? Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan sifat deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan bahan hukum primer dan sekunder. Data dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. Kesimpulannya adalah: 1) Dengan terjadinya kematian maka harta bawaan menjadi harta waris. Sehingga menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Perkawinan, dikaitkan dengan kasus, maka harta bawaan sebagai harta waris Hua Sin diberikan kepada istrinya sebagai ahli waris golongan pertama. 2) Putusan Nomor 79/Pdt.G/2020/PN Rap belum sesuai dengan Pasal 852 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata jo. Pasal 35 hingga Pasal 37 Undang-undang Perkawinan.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles

References

BUKU

A. Pitlo, Hukum Waris: Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Belanda, Jakarta: PT Intermasa, 1990.

Abdul Manaf, Aplikasi Asas Equalitas Hak dan Kedudukan Suami Istri dalam Penjaminan Harta Bersama pada Putusan Mahkamah Agung, Bandung: CV Mandar Maju, 2006.

Eman Suparman, Intisari Hukum Waris Indonesia, Bandung: Mandar Maju, 1995.

Eratus Sabdono, Mengupas Hal Warisan, Jakarta: Rehobot Literature, 2015.

H. Moch Isnaeni, Hukum Perkawinan Indonesia, Bandung: PT Refika Aditama, 2016.

H.M Anwar Rachman, Prawita Thalib, dan Saepudin Muhtar, Hukum Perkawinan Indonesia Dalam Perspektif Hukum Perdata, Hukum Islam, dan Hukum Administrasi, Jakarta: Prenadamedia Group, 2020.

Mohd. Idris Ramulyo, Beberapa Masalah Pelaksanaan Hukum Kewarisan Perdata Barat (Burgerlijk Wetboek), Jakarta: Sinar Grafika, 1993.

Oemarsalim, Dasar-Dasar Hukum Waris di Indonesia, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.

Ridhwan Indra, Hukum Perkawinan di Indonesia, Jakarta: Haji Masagung, 1994.

Soepomo, Bab-bab tentang Hukum Adat, Jakarta: Universitas, 1966.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Depok: UI Press, 2019.

Sonny Dewi Judiasih, Harta Benda Perkawinan, Kajian Terhadap Kesetaraan Hak dan Kedudukan Suami dan Istri atas Kepemilikan Harta Dalam Perkawinan, Bandung: PT Refika Aditama, 2015.

Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa 2005.

Sudarsono, Hukum Perkawinan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2005.

Surini Ahlan Sjarif dan Nurul Elmiyah, Hukum Kewarisan Perdata Barat Pewarisan Menurut Undang-Undang, Jakarta: Kencana Renada Media Group, 2005.

Wirjono Prodjodikoro, Hukum Warisan di Indonesia, Bandung: IS Gravennage Vorkink van Hove, 1962.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

JURNAL

Fransiska dan Bambang Eko Turisno, “Penyelesaian Pembagian Waris Masyarakat Tionghoa Yang Tidak Memiliki Akta Perkawinan di Kota Pontiana”, Notarius, Volume 11 Nomor 2, 2018.

Luki Permana , Arijul Manan, dan Romly, “Konsep Wasiat dan Waris Dalam Prespektif Agama-Agama di Indonesia (Studi Komperatif Antara Islam, Kristen, Hindu, dan Budha)”, ProsA AS: Prosiding Al Hidayah Ahwal Asy-Syakhshiyah Vol. 01 No. 1, Januari, 2019.

Mira Henstin, Marwanto, dan Ni Putu Purwanti, ”Pembagian Harta Bersama Berbentuk Tabungan Bank Dalam Perkara Gugatan Harta Bersama”. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 1-13, Agustus, 2018.

Patricia Halim, “Perceraian Atas Perkawinan Yang Dilangsungkan Menurut Hukum Adat Tionghoa dan Akibat Hukumnya” Premise Law Journal Volume VIII, 2015.

Tengku Erwinsyahbana, “Sistem Hukum Perkawinan Pada Negara Hukum Berdasarkan Pancasila”, Jurnal Ilmu Hukum Vol.3 No.1, Medan, 2012.

ONLINE DAN INTERNET

Andhina Effendi, “6 Kronologi Perseteruan Sule vs Teddy Soal Warisan Mendiang Lina,” Tersedia di: https://www.popbela.com/ relationship/single/andhina-effendi/kronologi-perseteruan-sule-dan-teddy-soal-harta-warisan/6. (14 Desember 2020)

Futhuriyyah Rufaidah Mahendra, “Rumah Warisan Laila Sari Diperebutkan, Anak Angkat: Padahal Suami Saya Kaya Lho, Rumahnya Banyak,” Tersedia di: https://jabar.ibunnews.com/ 2017/11/23/rumah-warisan-laila-sari-diperebutkan-anak-angkat-padahal-suami-saya-kaya-lho-rumahnya-banyak?page=all. (23 November 2017).

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.