PEMBATALAN PERKAWINAN AKIBAT WALI NIKAH TIDAK SAH

Main Article Content

Saarah Faadhilah
Setyaningsih Setyaningsih

Abstract

Manusia biasanya memiliki keinginan untuk memiliki pasangan hidup dan keturunan, untuk mewujudkan hal tersebut salah satu caranya melalui perkawinan. Dalam menjalankan perkawinan terkadang masih ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, untuk menanggulanginya dapat dilakukan, yaitu dengan mengajukan permohonan pembatalan perkawinan ke Pengadilan. Maka dari itu, permasalahan ini diangkat untuk menjawab pokok permasalahan, 1) Bagaimana akibat hukum terhadap pembatalan perkawinan karena wali nikah yang tidak sah menurut Perundang-Undangan di Indonesia? 2) Apakah isi pertimbangan hukum hakim dalam  Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 193/Pdt.G/2019/Pa.JP telah sesuai dengan Perundang-undangan di Indonesia?. Maka penelitian ini dilakukan secara normatif. Sifat penelitian deskriptif analitis. Cara penarikan kesimpulan dengan logika deduktif. Dengan pengelolaan data, yaitu kualitatif. Hasil penelitian ini dengan mengacu pada Pasal 28 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 75 Kompilasi Hukum Islam.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan, Jakarta: Prenada Media, 2006.

Anwar Rachman, Hukum Perkawinan Dalam Perspektif Hukum Perdata, Hukum Islam Dan Hukum Administrasi, Jakarta: Prenadamedia Group, 2020.

Hamdi, Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia, Yogyakarta: Deepublish, 2018.

Hilman Hadikusuma, Hukum Perkawinan Indonesia, Bandung: CV. Mandar Maju, 2007.

Moch. Isnaeni, Hukum Perkawinan Indonesia, Bandung: Refika Aditama, 2016.

Prawirohamidjojo Soetojo, Pluralisme Dalam Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia, Surabaya: Airlangga University, 2012.

Ridwan Indra, Hukum Perkawinan Di Indonesia, Jakarta: CV. Haji Masagung, 1994.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Universitas Indonesia, 1986.

Sudarsono, Hukum Perkawinan Nasional, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010.

Wafa Ali Muhammad, Hukum Perkawinan Di Indonesia, Tangerang Selatan: YASMI, 2018.

Wahyuni Retnowulandari, Hukum Islam Dalam Tata Hukum Indonesia, Jakarta: Universitas Trisakti, 2010.

Wahyono Darmabrata, Hukum Perkawinan Dan Keluarga Indonesia, Jakarta: Rizkita Press, 2015.

Kompilasi Hukum Islam

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Ach Puniman, “Hukum Perkawinan Menurut Undang-Undang dan Hukum Islam”, Jurnal Yustitia, Vol. 19 No. 1, Mei 2018.

Aisyah Ayu, “Perkawinan Dalam Perspektif Filosofis Hukum Islam”, Jurnal Crepido, Vol. 2 No. 2, November 2020.

Akhmad Munawar, “Sahnya Perkawinan Menurut Hukum Positif Yang Berlaku Di Indonesia”, Jurnal Al Adl, Vol. 7 No.13, Januari-Juni 2015.

Aspandi, “Pernikahan Berwalikan Hakim”, Jurnal Ahkam, Vol. 5 No. 1, Juli, 2017.

Atika Rahmi, “Fungsi Pencatatan Perkawinan Dikaitkan Dengan Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Anak Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi No: 46/PUU-VIII/2010”, Jurnal De Lega Lata, Vol. 1 No. 2, Desember 2016.

Faisal, “Pembatalan Perkawinan Dan Pencegahannya”, Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-undangan, Vol. 4 No. 1, 2017.

Ismatullah, “Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al Quran”, Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. XIV, No. 1, Juni 2015.

Marzuki, “Poligami Dalam Pandangan Hukum Islam”, Jurnal Civics, Vol. 2 No. 2, 2005.

Muktiali Jalbi, “Pernikahan Menurut Hukum Islam”, Jurnal Pendais, Vol. 1 No. 1 2019.

Pristiwiyanto, “Fungsi Pencatatan Perkawinan Dan Implikasi Hukumnya”, Jurnal Fikroh, Vol. 1 No. 11, 2018.

Wahyu Wibisana, “Pernikahan Dalam Islam”, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 14 No. 2, 2016.

Wiratni Ahmadi, “Hak Dan Kewajiban Wanita Dalam Keluarga Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan”, Jurnal Hukum Pro Justitia, Vol. 26 No. 4, Oktober, 2008.