KEEKONOMIAN LISTRIK PANAS BUMI

Pri Agung Rakhmanto

Abstract


Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Potensi energi panas bumi Indonesia tercatat 28.579 MW, namun baru termanfaatkan untuk pembangkit listrik sekitar 1.712,5 MW. Salah satu kendala terbesar di dalam pengembangan panas bumi untuk pembangkit listrik adalah tingkat keekonomian tarif listrik panas bumi. Tarif keekonomian yang ditetapkan pemerintah tidak selalu dapat menjamin keekonomian proyek listrik panas bumi yang ada. Paper ini mencoba melihat keekonomian tarif listrik panas bumi yang terbaru ditetapkan pemerintah. Simulasi perhitungan dilakukan untuk menghitung keekonomian proyek listrik panas bumi di suatu wilayah. Indikator keekonomian yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Pay Out Time (POT). Dari simulasi perhitungan yang dilakukan, ditemukan bahwa untuk dapat mencapai tingkat keekonomian yang layak perlu ada penyesuaian tarif listrik panas bumi yang ada.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 PETRO



 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 View My Petro Stats